]]>
dan HOME  || Health Informatics | Health Info | GNU/Linux | CompTech | Gadget | Life | Blog

Sorry...I've moved ...[again]...
point your favorite browser to Dani Iswara .Net
Thank you.

Monday, January 15, 2007

 

Blog - Pindah (juga) ke Wordpress.com

Akhirnya saya pindah juga ke Wordpress.com.

Setelah (baru) berhasil switch (berganti rupa) atau ber-konversi dari blogspot lama menjadi model baru dengan sistem layout, klik dan geser menu samping, publish yang lebih ringkas, format CSS, XHTML dan XML yang terkompresi, sehingga respon blog secara umum menjadi lebih cepat dan ringan.

Sebelumnya konversi belum behasil, mungkin dikarenakan jumlah tulisan atau komentar yang ada. Saya percaya Tim Blogger.com (BlogSpot) sudah bekerja keras semaksimal mungkin. Diharapkan semua pengguna BlogSpot lama akan beralih ke BlogSpot baru dengan akun Google Mail (maklum, karena Bloggger.com sudah diakuisisi oleh Google; ranking pengguna Blogger.com akan lebih baik di hasil pencarian Google?).

Pembuatan menu samping masih dapat dilakukan dengan lebih mudah walaupun tidak se-merdeka Blogger.com versi lama.
Mengubah struktur body menjadi lebih sulit (tidak bisa?).
Yang mencengangkan menurut saya adalah kebanyakan template yang disediakan masih (saja) tidak valid CSS dan X/HTML-nya. Okelah ini memang versi gratisan (gratis kok minta enak!).

Dulu masih bisa valid XHTML 1.1 (coba-coba mengikuti petunjuk di validxhtml.blogspot.com) untuk tampilan depan saja (halaman komentar masih dikuasai Blogger.com) dengan menyembunyikan (bukan menghapus!) navigation bar (sumber invalid terkemuka!), kini Blogger.com mengubah beberapa tags-nya seperti diceritakan di Migrating to Blogger Beta. Validasi XHTML Blogger versi baru sangat mengejutkan dengan banyaknya pesan kesalahan. :(

Nampaknya Blogger.com masih harus banyak berbenah untuk dapat bersaing dengan penyedia mesin blog gratisan lainnya.

Mengapa validasi menjadi penting?
Bagi saya, hanya untuk pembelajaran saja (namanya juga gratisan).

Bagi para pebisnis (yang menggunakan Internet dan situs web), penggunaan 'senjata' SEO tentu sangat diperlukan.
Memang tidak hanya sekedar validasi struktur situs web saja yang mempengaruhi. Konten atau isi situs juga sangat penting.
Bagaimana 'jualan' mereka dapat dengan mudah ditemukan dari mesin pencari. Sehingga situs penjual pun akan mudah pula ditemukan. Alih-alih untung menanti (tentu lebih baik gunakan versi Pro atau yang berbayar).

Situs dengan struktur standar lebih berpeluang tampil aman di semua browser (maka gunakanlah Firefox! Tetapi cek juga dengan Opera dan Internet Explorer) yang sudah menerapkan standar web (misalnya standar menurut W3C).

Bagaimana dengan kesehatan?
Untuk mempermudah informasi kesehatan tertentu (yang benar-benar diinginkan) ditemukan oleh penggunanya melalui kata kunci yang dimaksud, maka sebaiknya cobalah ikuti standar yang ada, baik struktur penulisan situs web maupun penulisan konten situs web (valid CSS eksternal, valid XHTML, microformat, dan sebagainya).

Sehingga dengan alasan pembelajaran, dengan ini (tanpa potong tumpeng) blog saya secara resmi pindah ke mesin blog 'tetangga' (gratisan juga). Blog - danartsign [by Dani Iswara] ini akan saya pasifkan (tidak dihapus) untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. Komentar masih terbuka.

Mari saling berbagi di blog baru saya: Dani Iswara's Blog
Segala taut silakan disesuaikan (tidak memaksa).

Tulisan yang sama tentang topik ini terdapat juga di blog baru tersebut.
Terima kasih atas segala apresiasi anda. Mari lanjutkan perjuangan.

Labels:




» ..see related posts

Sunday, January 07, 2007

 

GNU/Linux - GNU/Linux, Windows, Open Source Software

Menurut Sitemeter yang saya pasang, sepanjang tahun 2006, sebagian besar pengguna komputer pengunjung blog ini menggunakan Windows XP sebagai sistem operasi dan Internet Explorer 6.0 sebagai browser-nya. GNU/Linux dan Firefox menempati posisi berikutnya.

Di tengah gencarnya gerakan penegakan HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) dan anjuran penggunaan open source software oleh pemerintah dan kelompok komunitas (Open Source Software), MoU (Money eh Memorandum of Understanding) antara Pemerintah RI dan Microsoft tetap berjalan.

Selain penggunaan sistem operasi Windows, aplikasi perkantoran seperti MS Office juga masih banyak digunakan di kalangan pemerintahan, pendidikan (beberapa kampus telah menerapkan Campus Agreement), termasuk kesehatan.

Di beberapa negara lain terjadi kegagalan/penolakan kesepakatan dengan Microsoft, sehingga memutuskan menggunakan sistem operasi turunan (distro) GNU/Linux dan open source software. Bahkan berkembang standardisasi format dokumen di lingkungan pemerintahan yang disepakati menggunakan Open Document Format (ODF) seperti pada OpenOffice.org. MS Office pun akan mengikuti standar ini.

Pemikiran penggunaan open source software di Indonesia nampaknya mengacu pada penghematan devisa negara, pengembangan sumber daya manusia, penegakan HaKI, mengurangi ketergantungan dari negara lain, dan seterusnya.

Lalu :
  1. Mengapa kita belum juga beralih dari Windows (bajakan)?
  2. Apa keuntungan open source software dan free software?
  3. Mengapa pakai GNU/Linux?
Sependek yang saya ketahui sebagai pemula (saya mengenal komputer PC sejak SMU; memiliki PC sendiri baru pertengahan kuliah S1 dulu dan lulus dengan bantuan program-program bajakan :) ; terpapar laptop, Internet, dan open source software sejak kuliah di Yogyakarta, ok kembali ke too cool :) ) komputer desktop dan komputer jinjing (laptop;notebook), berikut ini jawaban saya untuk pertanyaan #1:
  1. Windows jelas lebih nyaman
    • Tidak perlu tahu/belajar apa itu GNU/Linux
    • Tidak perlu bingung urusan driver dan pengenalan perangkat
    • Instalasi software/perangkat[piranti] lunak 'relatif' lebih mudah (tidak repot oleh paket dependensi dan cara teks)
    • (Masih) Lebih banyak penggunanya, relatif lebih mudah mencari bantuan
  2. Sulit mengubah kebiasaan di atas
  3. Tidak (mau) mengerti HaKI itu jenis binatang apa :)
Jawaban #2:
  1. Bebas dikembangkan menurut lisensinya
  2. Bebas diperbanyak menurut lisensinya
  3. Bebas disebarkan menurut lisensinya
  4. Bebas digunakan menurut lisensinya
Bebas disini belum tentu selalu berarti gratis.

Jawaban #3:

  1. Tidak ingin repot dengan virus
  2. Lebih murah dari Windows (asli); bahkan ada yang gratis dan legal
  3. Banyaknya distro berarti lebih bebas memilih sesuai keinginan
  4. Paket aplikasi/piranti lunak standar yang lebih lengkap, murah dan legal dibanding Windows (distro GNU/Linux berbasis KDE terasa lebih lengkap dibanding GNOME)
Saran untuk yang berminat migrasi (melegalkan diri):
  • sesuaikan dengan kebutuhan dan lingkungan (berbeda sendiri mungkin agak menyusahkan..)
  • mencoba menggunakan piranti lunak open source windows dan free software di Windows (bukan bajakan)
  • mencoba edisi live cd salah satu distro GNU/Linux
  • mencoba dual boot GNU/Linux dan Windows
Bagaimana dengan anda?

Labels:




» ..see related posts

Updated weekly-monthly by Dani Iswara ( iswara_wp[at]yahoo.com ), Putu Ayu Vidyanti
The homepage : CSS (screen; gadget; print) | not valid XHTML 1.1 | valid RSS 2.0 | XFN | For fun, please try Web 2.0 validator..
Creative Commons Attribution 2.5 License